Surat titipan
Aku punya seorang sahabat, baik sekali bahkan aku sangat
mempercayainya
Cerita ini bermula saat siang yang terik itu bagaikan kena
hembusan panas dari neraka aku berjalan sambil menutupi wajahku dengan buku,
kalian tahu? Aku menyukai seseorang kakak kelasku sudah 3 tahun tanpa ada
seorangpun yang mengetahuinya karena aku salah satu tipe cewek yang pemalu dan
selalu menunggu karena aku tidak ada keberanian untuk mendekatinya, entah
karena apa setiap bertemu dengannya aku selalu menghindar atau salah tingkah
sendiri.
Hingga pada saat itu, sahabat baikku punya tugasdari gurunya
yaitu tugas mengarang surat untuk seseorang yang kita kagumi, karena aku
termasuk jago dalam mengarang maka ia meminta bantuanku, dan dengan senang hati
aku menerimanya.saat malam itu ia memintaku menuliskan surat itu.
“cinta itu menyenangkan sampai sekarang aku tidak pernah
mengagumi seseorang selain kamu, kamu yang selalu memakai kacamata dan berjalan
sambil tangan dalam kantong celanamu, sebenarnya ini bukan masalah apa-apa
hanya masalah hati, sebenarnya jarak antara kita tidak ada namun entah mengapa
aku selalu merasa jauh darimu atau seperti ada dinding tinggi di depanmu, aku yang selalu mengagumi dan
melihatmu dari kejauhan, tak lupa setiap doa ku mengingatmu apakah kau tau? Aku
yang selalu membuka akun instagrammu dan
berharap kau menambahkanfoto baru apa kau tau? Aku tak berharap kau mengetahui
apa isi hatiku, beruntunglah Tuhan masih menyembunyikan rahasia dihati jika tidak
maka setiap berpapasan denganmu rahasia hati ini selalu terbongkar, aku
bersyukur mencintaimu dengan cara ini walaupun sudah 3 tahun kau tidak
mengetahuinya”
Surat itu langsung di tempel didepan mading sekolah karena
terpilih dalam yang terbaik diantara temannya sahabatku itu, ternyata temanku itu menyukai pria yang sama.
Aku selalu berjalan sendirian dan pada siang itu aku lihat temanmu sedang
berusaha memberikan surat tulisanku itu kepada pria yang kita sukai, aku harus
bagaimana? Apakah aku akan melukaimu? Tidakkan? Aku sudah terbiasa dengan rasa
sseperti ini.
Setiap malam juga aku menjadi sahabat pendengarmu bercerita
tentang pria yang kita sukai, tapi apakah kau tau, aku juga menyukainya ? . hey
untuk kau yang aku sukai, tau kah kau surat itu dari aku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar