Kamis, 28 Januari 2016

Surat titipan

Aku punya seorang sahabat, baik sekali bahkan aku sangat mempercayainya
Cerita ini bermula saat siang yang terik itu bagaikan kena hembusan panas dari neraka aku berjalan sambil menutupi wajahku dengan buku, kalian tahu? Aku menyukai seseorang kakak kelasku sudah 3 tahun tanpa ada seorangpun yang mengetahuinya karena aku salah satu tipe cewek yang pemalu dan selalu menunggu karena aku tidak ada keberanian untuk mendekatinya, entah karena apa setiap bertemu dengannya aku selalu menghindar atau salah tingkah sendiri.
Hingga pada saat itu, sahabat baikku punya tugasdari gurunya yaitu tugas mengarang surat untuk seseorang yang kita kagumi, karena aku termasuk jago dalam mengarang maka ia meminta bantuanku, dan dengan senang hati aku menerimanya.saat malam itu ia memintaku menuliskan surat itu.
“cinta itu menyenangkan sampai sekarang aku tidak pernah mengagumi seseorang selain kamu, kamu yang selalu memakai kacamata dan berjalan sambil tangan dalam kantong celanamu, sebenarnya ini bukan masalah apa-apa hanya masalah hati, sebenarnya jarak antara kita tidak ada namun entah mengapa aku selalu merasa jauh darimu atau seperti ada dinding tinggi  di depanmu, aku yang selalu mengagumi dan melihatmu dari kejauhan, tak lupa setiap doa ku mengingatmu apakah kau tau? Aku yang selalu  membuka akun instagrammu dan berharap kau menambahkanfoto baru apa kau tau? Aku tak berharap kau mengetahui apa isi hatiku, beruntunglah Tuhan masih menyembunyikan rahasia dihati jika tidak maka setiap berpapasan denganmu rahasia hati ini selalu terbongkar, aku bersyukur mencintaimu dengan cara ini walaupun sudah 3 tahun kau tidak mengetahuinya”
Surat itu langsung di tempel didepan mading sekolah karena terpilih dalam yang terbaik diantara temannya sahabatku itu,  ternyata temanku itu menyukai pria yang sama. Aku selalu berjalan sendirian dan pada siang itu aku lihat temanmu sedang berusaha memberikan surat tulisanku itu kepada pria yang kita sukai, aku harus bagaimana? Apakah aku akan melukaimu? Tidakkan? Aku sudah terbiasa dengan rasa sseperti ini.

Setiap malam juga aku menjadi sahabat pendengarmu bercerita tentang pria yang kita sukai, tapi apakah kau tau, aku juga menyukainya ? . hey untuk kau yang aku sukai, tau kah kau surat itu dari aku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar