Kisah langit dan
bumi
Karya : balqis hidayati
Cinta adalah anugerah yang Allah
berikan kepada setiap manusia, namun terkadang manusia sendiri yang menyalah
artikan apa sebenarnya makna cinta itu, sehingga cinta yang sangat indah itu terlihat gelap mengerikan,
kalau sudah seperti ini, siapa yang akan disalahkan? Manusiakan? Tapi yang
namanya manusia itu tidak ingin disalahkan, padahal mereka berbohong hanya demi
menutupi kejahatan.
Kisah ini tentang sesosok dua benda yang selalu bertemu namun tidak bisa
bersama dan bagaimana jalan cerita sehingga langit yang indah ini berubah
menjadi warna biru,yaitu langit dan bumi, mereka selalu bertemu namun jarak
yang begitu jauh tak bisa menyatukan kedua benda ini, bumi berusaha mengekalkan langit birunya,
namun apadaya langit bukanlah sosok yang
bisa diikat begitu saja , hubungan bumi dan langit selalu menarik, terkadang
romantis, terkadang menakutkan. Aku
bumi, dan kau langitnya.
Aku selalu melihatmu dari kejauhan,
warna mu putih saat siang hari , gelap bertabur cahaya pada saat malam hari,
aku selalu bertanya-tanya ada apa dibalik malam gelapmu yang indah penuh cahaya
itu, terkadang aku juga tidak mengerti
kenapa saat pagi hari kau terlihat cerah dan tiba-tiba kau mendung dan tak berapa lama menangis mengeluarkan
air matamu di seluruh kota di bumiku, tak masalah bagiku, bumiku dengan seisi
lautannya siap dan mampu menampung seluruh air matamu, dengan senang hati dan
aku tidak masalah jika kau membuat bumiku kering kerontang. kau penuh dengan
teka-teki.
Di setiap hariku, aku selalu
memandangmu dari kejauhan dan mencoba mengerti tentang dirimu, ternyata kau
sangat sulit ditebak sedangkan kita hanyalah dua buah benda yang di takdirkan
untuk tidak pernah menyatu, bagaimana bisa? Aku di bawah dan kau diatas sana?
Bahkan gunungku yang tertinggi diantara yang lainpun tak sanggup menjangkau
warna putihmu. Walaupun begitu, aku selalu berdoa agar tuhan menyatukan kita
kelak.
Air yang langit kirimkan namanya
hujan, namun ini bukan hujan biasa, hujan itu berupa pesan-pesan indah yang
dikiramkan langit kepada bumi, dan bumi dengan senang hati menampung air itu
dengan lautannya yang luas, dan membalas pesan hujan melalui air yang menguap
dari lautan dengan bantuan matahari, namun bumi tidak suka dengan matahari,
karena matahari begitu besar, panas, dan tak dapat dilihat dari jauh maupun dari dekat, sehingga bumi menjauhi
matahari, namun dengan senang hati
matahari selalu membantu bumi dalam menyampaikan pesan-pesannya, disisi
lain bumi juga cemburu dengan matahari karena matahari diatas berdampingan
dengan langit.
Bagaimana jika kita membicarakan
hujan disaat panas terik? Seperti membicarakan cinta yang timbul keraguan.
Seperti membicarakan musim semi disaat daun gugur.
Hingga suatu hari langit selalu
mendung dan matahari juga bersembunyi, mendung itu tak menurunkan hujan
sehingga membuat bumi gelap dan pepohonannya layu , tanahnya kering, bumi mulai
kesepian, dan selalu menunggu kapan munculnya hujan dari langit, dan tiba pada saat itu , bumi menjadi segar
kembali sebab hujan turun dari langit .
Hingga pada siang hari itu...
Hujan turun sangat deras, sehingga
sebagian daerah dari bumi kebanjiran,
bumi sempat kewalahan karena tidak ada matahari, bumi memohon dan berdoa agar
matahari datang, keesokan harinyapun matahari datang berdampingan dengan
pelangi, “pasangan yang serasi”, bumi bergumam dalam hati. dan tiba-tiba
matahari bersinar terang sehingga terlihat warna warni indah diatas sana yang
disebut pelangi, pelangi itu terlalu cantik namun ia cepat menghilang.
Menarik sekali bagaimana rencana
Tuhan mempertemukan kita, pernahkah suatu waktu kau berfikir kenapa kita harus
bertemu dan menyapa?. Bila ppertemuan kita mengandung rahasia, rahasia seperti
apa yang Ia sembunyikan. Menarik sekali kiranya bila aku tahu apakah gerangan yang hendak Tuhan sampaikan.
Apabila Dia mengirimmu hanya untuk jatuh cinta aku rasa aku tidak memerlukan
semua ini.
Tak diduga ternyata langit mengirimkan pesan untuk bertemu
dan bersama selalu dengan bumi,
Hey bumi...
“Kau tau apa yang selalu bercahaya dalam gelapku? Itu namanya
bintang, kau ingin melihat apa dibalik malam gelapku? Disitu ada meteor dan
benda- benda angkasa lainnya, aku akan menunjukkannya denganmu tapi aku juga
ingin bertemu denganmu dan melihat ada apa dibumimu sana, karena dari atas sini
hanya terlihat hijau dan biru saja, tak ada yang istimewa, aku ingin
berjalan-jalan diatas bumimu dan menyentuh tanah berwarna coklat itu, besok,
saat matahari keluar dengan sinarnya yang hangat, aku akan turun kebawah sana
dan kita akan bersatu”
Kita bertemu.
Mustahil bukan? Bumi dan langit menjadi satu?
Aku deg-degan saat melihat warna putihmu itu mendekati kulit
bumiku, tak terasa apapun, kau hanyalah sebuah gumpalan yang lembut, ada
air-air kecil, dan kau berwarna putih sekali, ternyata kau lebih besar daripada
bumiku , sehingga bumiku tertutup semua dan langitmu menjadi berwarna biru
akibat dari air lautanku, dengan cepat kau kembali lagi keatas, dan aku
melihatmu berubah menjadi berwarna biru keputih- putihan, langitmu kini terlihat indah dan bumiku
semakin indah sebab di puncak gunung tertinggiku terdapat awanmu yang
tertinggal,
Hey bumi...
“Ternyata dibumimu
bertebaran jiwa-jiwa yang berjalan keberbagai arah. Ada yang menuju arah yang baik dan ada
yang buruk. Dan ada pula jiwa yang tak tau arah yang mana akan di ambil, ada
jiwa yang berdiam diri, karena sama sekali tidak mengerti arah keberadaannya”.
Kini aku melihatmu kembali diatas, titik pertemuan itu
tidaklah penting, yang menjadi penting adalah bagaimana mungkin keduanya
bertemu sementara pada awalnya jarak diantara kedua sangat jauh, bagaimanapun
hubungan kita selalu begitu, pasang surut seperti air laut. Aku
mempertanyakannya hingga hari ini. Hari ketika aku masih belum bisa mengenal
perasaanku sampai pada satu titik aku merasa ada satu hal yang berbeda dari
rasa-rasa yang lain, yaitu aku selalu kembali kepadamu, perasaan itu selalu
kembali kepadamu. Terimakasih telah menjadi langitku, bagaimanapun sikapmu aku
akan selalu berteduh dibawahmu, terimakasih telah melindungiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar