Kamis, 28 Januari 2016

bagaimana bisa langit berwarna biru?

Kisah langit dan bumi

Karya : balqis hidayati

Cinta adalah anugerah yang Allah berikan kepada setiap manusia, namun terkadang manusia sendiri yang menyalah artikan apa sebenarnya makna cinta itu, sehingga cinta yang  sangat indah itu terlihat gelap mengerikan, kalau sudah seperti ini, siapa yang akan disalahkan? Manusiakan? Tapi yang namanya manusia itu tidak ingin disalahkan, padahal mereka berbohong hanya demi menutupi kejahatan.
Kisah ini tentang sesosok  dua benda yang selalu bertemu namun tidak bisa bersama dan bagaimana jalan cerita sehingga langit yang indah ini berubah menjadi warna biru,yaitu langit dan bumi, mereka selalu bertemu namun jarak yang begitu jauh tak bisa menyatukan kedua benda ini,  bumi berusaha mengekalkan langit birunya, namun apadaya langit bukanlah  sosok yang bisa diikat begitu saja , hubungan bumi dan langit selalu menarik, terkadang romantis, terkadang  menakutkan. Aku bumi, dan kau langitnya.
Aku selalu melihatmu dari kejauhan, warna mu putih saat siang hari , gelap bertabur cahaya pada saat malam hari, aku selalu bertanya-tanya ada apa dibalik malam gelapmu yang indah penuh cahaya itu,  terkadang aku juga tidak mengerti kenapa saat pagi hari kau terlihat cerah dan tiba-tiba kau  mendung dan tak berapa lama menangis mengeluarkan air matamu di seluruh kota di bumiku, tak masalah bagiku, bumiku dengan seisi lautannya siap dan mampu menampung seluruh air matamu, dengan senang hati dan aku tidak masalah jika kau membuat bumiku kering kerontang. kau penuh dengan teka-teki.
Di setiap hariku, aku selalu memandangmu dari kejauhan dan mencoba mengerti tentang dirimu, ternyata kau sangat sulit ditebak sedangkan kita hanyalah dua buah benda yang di takdirkan untuk tidak pernah menyatu, bagaimana bisa? Aku di bawah dan kau diatas sana? Bahkan gunungku yang tertinggi diantara yang lainpun tak sanggup menjangkau warna putihmu. Walaupun begitu, aku selalu berdoa agar tuhan menyatukan kita kelak.
Air yang langit kirimkan namanya hujan, namun ini bukan hujan biasa, hujan itu berupa pesan-pesan indah yang dikiramkan langit kepada bumi, dan bumi dengan senang hati menampung air itu dengan lautannya yang luas, dan membalas pesan hujan melalui air yang menguap dari lautan dengan bantuan matahari, namun bumi tidak suka dengan matahari, karena matahari begitu besar, panas, dan tak dapat dilihat dari jauh  maupun dari dekat, sehingga bumi menjauhi matahari, namun dengan senang hati  matahari selalu membantu bumi dalam menyampaikan pesan-pesannya, disisi lain bumi juga cemburu dengan matahari karena matahari diatas berdampingan dengan langit.
Bagaimana jika kita membicarakan hujan disaat panas terik? Seperti membicarakan cinta yang timbul keraguan. Seperti membicarakan musim semi disaat daun gugur.
Hingga suatu hari langit selalu mendung dan matahari juga bersembunyi, mendung itu tak menurunkan hujan sehingga membuat bumi gelap dan pepohonannya layu , tanahnya kering, bumi mulai kesepian, dan selalu menunggu kapan munculnya hujan dari langit, dan  tiba pada saat itu , bumi menjadi segar kembali sebab hujan turun dari langit .
 Hingga pada siang hari itu...
Hujan turun sangat deras, sehingga sebagian daerah dari bumi  kebanjiran, bumi sempat kewalahan karena tidak ada matahari, bumi memohon dan berdoa agar matahari datang, keesokan harinyapun matahari datang berdampingan dengan pelangi, “pasangan yang serasi”, bumi bergumam dalam hati. dan tiba-tiba matahari bersinar terang sehingga terlihat warna warni indah diatas sana yang disebut pelangi, pelangi itu terlalu cantik namun ia cepat menghilang.

Menarik sekali bagaimana rencana Tuhan mempertemukan kita, pernahkah suatu waktu kau berfikir kenapa kita harus bertemu dan menyapa?. Bila ppertemuan kita mengandung rahasia, rahasia seperti apa yang Ia sembunyikan. Menarik sekali kiranya bila aku tahu  apakah gerangan yang hendak Tuhan sampaikan. Apabila Dia mengirimmu hanya untuk jatuh cinta aku rasa aku tidak memerlukan semua ini.
Tak diduga ternyata langit mengirimkan pesan untuk bertemu dan bersama selalu dengan bumi,
Hey bumi...
“Kau tau apa yang selalu bercahaya dalam gelapku? Itu namanya bintang, kau ingin melihat apa dibalik malam gelapku? Disitu ada meteor dan benda- benda angkasa lainnya, aku akan menunjukkannya denganmu tapi aku juga ingin bertemu denganmu dan melihat ada apa dibumimu sana, karena dari atas sini hanya terlihat hijau dan biru saja, tak ada yang istimewa, aku ingin berjalan-jalan diatas bumimu dan menyentuh tanah berwarna coklat itu, besok, saat matahari keluar dengan sinarnya yang hangat, aku akan turun kebawah sana dan kita akan bersatu”
Kita bertemu.
Mustahil bukan? Bumi dan langit menjadi satu? 
Aku deg-degan saat melihat warna putihmu itu mendekati kulit bumiku, tak terasa apapun, kau hanyalah sebuah gumpalan yang lembut, ada air-air kecil, dan kau berwarna putih sekali, ternyata kau lebih besar daripada bumiku , sehingga bumiku tertutup semua dan langitmu menjadi berwarna biru akibat dari air lautanku, dengan cepat kau kembali lagi keatas, dan aku melihatmu berubah menjadi berwarna biru keputih- putihan,  langitmu kini terlihat indah dan bumiku semakin indah sebab di puncak gunung tertinggiku terdapat awanmu yang tertinggal,
Hey bumi...
“Ternyata dibumimu  bertebaran jiwa-jiwa yang berjalan keberbagai  arah. Ada yang menuju arah yang baik dan ada yang buruk. Dan ada pula jiwa yang tak tau arah yang mana akan di ambil, ada jiwa yang berdiam diri, karena sama sekali tidak mengerti arah keberadaannya”.

Kini aku melihatmu kembali diatas, titik pertemuan itu tidaklah penting, yang menjadi penting adalah bagaimana mungkin keduanya bertemu sementara pada awalnya jarak diantara kedua sangat jauh, bagaimanapun hubungan kita selalu begitu, pasang surut seperti air laut. Aku mempertanyakannya hingga hari ini. Hari ketika aku masih belum bisa mengenal perasaanku sampai pada satu titik aku merasa ada satu hal yang berbeda dari rasa-rasa yang lain, yaitu aku selalu kembali kepadamu, perasaan itu selalu kembali kepadamu. Terimakasih telah menjadi langitku, bagaimanapun sikapmu aku akan selalu berteduh dibawahmu, terimakasih telah melindungiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar