Semua yang kau katakan itu benar, apapun yang kalu larang
itu ternyata bermanfaat untuk ku , namun semua itu tinggal kesia-siaan yang
mendalam di hati ku, Bodoh, ya itu kata-kata untukku, terkadang cinta itu manis
dan tak banyak orang yang merasakan manisnya Cinta itu , termasuk aku, Namun,
Tuhan berkata lain, Tuhan mengizinkan aku untuk lahir di tempat yang penuh
dengan kedamaian ini, cinta yang selalu berada di dekatku, dan pelukan orang
tersayang selalu ku dapatkan kapan pun aku mau,
......................................
“besok hari ulang tahunmu putriku” ayah tersenyum kearahku
“tuan putri ini baju yang cocok buat anda putri yona”
“terimakasih Oni , gaun ini terlihat bagus, baiklah aku akan
mencobanya
Di dalam kamar sang putripun mencoba gaun itu dengan
perasaan yang senang tiba-tiba raja melihat putri yang sedang menari bersama
pelayannya
“Yona, akise akan datang besok , aku mohon kau jangan
terlalu dekat dengannya”
“akise akan datang ayaah? Kau benar? Ah aku sangat senang,
kenapa ayah selalu melarangku untuk mendekatinya ayah?” sang putri pun
berlarian kearah koridor dengan senangnya , Akise adalah seorang pangeran dari
Negeri seberang, yaitu Negri Yongjin , akise adalah teman masa kecil putri yona
, dan putri yona sudah mencintainya dari dulu.
“yona, apa kau tak apa? Sepertinya kau kedinginan” Akise
kecil berkata sambil memegang kepala putri yona dan mengusap-usapnya
(pipi putri yona memerah) dan ia hanya mengangguk
“sebaiknya kau memakai topi hangatku, kau ingat? Topi ini
dibuat nenekku saat hari ulang tahunku, oh hari itu memang hari yang sangat
menyenangkan , kau dan aku meniup lilin bersama dan kita mengucapkan janji
kita, apa kau masih mengingatnya yona?”
“iya aku masih mengingatnya bahkan aku tak bisa melupakan
Hal itu akise”( yona tersenyum ke arah akise dengan wajah yang sangat manis)
“apakah itu akan menjadi kenyataan Yona? Apakah kau
menganggapnya benar-benar?”
“akise mengapa kau berkata seperti itu? Kita masih kecil
bahkan kau tidur bersama ibumu”
“ahahah Yona,,,,, aku hanya bercanda”
......................................................
“duk duk duk duk”suara hentakan kaki Yona berlari
Lalu tampak seorang Pria tersenyum kearahnya
“oh,, anuu Akise! Aku sangat merindukanmu”(yona langsung
memeluk akise)
“kau sudah sangat Besar yona, bahkan sekarang kau akan
menjadi penerus kerajaan ini dan kau akan menjadi permaisurinya, tapi apakah
kau sudah mendapatkan Raja yang akan menikahimu?”(akise menghelus rambut Biru
yona)
“uuu(yona memanyunkan mulutnya) tak ada akise”
“bahkan aku hanya mencintaimu, dari dulu aku hanya
mencintaimu akise”(yona berkata dalam hati)
“oh yona seharusnya kau sudah memilih calon Hidup mu”
“ya, calon hidupku adalah Akise(yona berkata dalam hati
sambil menundukkan kepala)”
“oh sudah lah yona jangan terlalu di fikirkan lagi pula
setelah hari ulang tahunmu akan ada pangeran dari negeri lain yang akan
melamarmu yona, sekarang ayo lihat aku bermain Kuda bersama Aru”
(aru adalah teman masa kecil yona dan akise)
.........................................
“ayo akise ayoo yang kencang Akise, kalah kan Aru, Aru Baka,
bakaa!” (teriak yona dari atas istana sambil melihat Akise dan Aru bertanding
kuda
Tiba-tiba raja datang dari arah belakang yona dan ikut
melihat pertandingan itu
“sayang, bisa kah kau melupan Akise?”
“aaah ayah, mengapa kau selalu melarangku untuk dekat dengan
Akise, aku mencintainya ayah”
“tidak bisa sayang”(raja sambil membelai rambut Biru panjang
Yona)
“aku ingin menikah dengannya, tak ingin yang lain”
“yonaa.....”
(yona berlari meninggalkan sang raja menuju akise dan aru )
..............................
“apakah kau haus akise?”(yona menawarkan susu kepada akise)
“untukku mana yonaa?”(aru bertatapan sangat tajam kearah
yona)
“ahahah untuk mu ambil saja sendiri, aku sudah letih”(sambil
mengejek aru)
Namun Akise hanya terdiam dan tersenyum dengan tatapan matanya yang sipit dan kulit
putihnya yang lembut bagaikan sutra emas, akise selalu menawan.
Saat matahari mulai terbenam, yona di kamar sambil memilih
baju mana yang cocok untuk pesta ulang
tahunnya besok , sambil bernyanyi-nyanyi kecil dan tersenyum bahagia
“apakah seharusnya ku tanya ke ayah saja , gaun mana yang
cocok untukku besok?”(yona bergumam dalam hati dan berlari kecil menuju kamar
sang raja)
Tiba-tiba saat hendak masuk ke kamar sang raja, yona
melihat bayangan seseorang di dalam
kamar sang raja, kana penasaran, yona membuka pintu kamar sangraja, dan betapa
terkejutnya ia saat itu, karna melihat
sang ayah yang ia miliki satu-satunya dan yang sangat ia cintai dalam
keadaan dadanya tertusuk pedang panjang, dan pedang itu berasal dari seorang
yang sangat ia cintai yaitu Akise, lalu yona berlari ke arah sang ayah dan
memeluk nya dengan menangis tersedu-sedu akise berjalan mundur menjauhi yona
“aku tak bermaksud melakukan ini di hadapanmu, betapa
cerobohnya aku, aku lupa mengunci pintunya”(Akise berkata datar kepada yona)
“apa yang kau lakukan Akise? Apa yang kau lakukan
hikhkhkhk”(yona menangis tak sanggup berkata apa-apa lagi)
Bagaimana bisa, seseorang yang dekat dengan keluarganya dan
terkenal dengan anak kesayangan ayahnya itu tega membunuh ayah dari seorang
anak yang telah kehilangan ibunya sejak lahir, bagaimana jungkin wajah selembut
dan senyum semanis itu dapat menancapkan pedang ke arah dada sang raja, banyak
pertanyaan yang muncul dalam benak yona dan tiba-tiba Akise melambaikan
pedangnyakearah yona dan dengan cepat yona menghindar dan berlari keluar kamar
sang ayah, dengan keadaan panik ia menangis
dan berlari menuju ke arah taman, namun keanehan datang , para pengawal
dan penjaga istana berusaha mengecam dan menahan yona yang bingung berlarian
menghindari penjaga istana tiba-tiba ia menabrak Aru yang sedang berjaga di
depan kamarnya
“ahh tolong jangan bunuh aku, menjauhlah kalian semua aneh,kalian aneh lepaskan aku
Aru”(yona berteriak his teris saat Aru memeluknya erat-erat)
“tenanglah yona jangan ribut jangan sampai ada penjaga lain
yang tau kita disini, aku sudah tau apa yang terjadi tak perlu kau jelaskan aku memihak kepadamu
yona, aku tau kejanggalan dalam istana ini”
“Yogatta”(yona menghelas nafas)
Dan mereka berdua pun berlari berusaha keluar dari istana
namun sayang, banyak sekali penjaga dan pengawal yang mengepung mereka dan
pintu keluar sehingga terjadilah pertarungan sengit antara Aru dan penjaga
istana sedangkan yona di tahan dengan 2 orang penjaga istana yang memegang
tangannya begitu erat..............(bersambung)

