Menangis bersama hujan
Sepintas Reihan
melewati rumah pohon. Matanya berbinar ketika melihat sosok bidadari cantik di
rumah pohon tersebut. Ternyata itu sahabat perempuannya yang disayanginya dan
sekaligus pacarnya. Nama perempuan itu Reny. Tepat hari ini, 1 tahun setelah
kepergian Reny yang disebabkan pengakit Leukimia yang dideritanya. Sebelum
kepergian Reny semua orang tidak tahu bahwa Reny menderita penyakit tersebut.
Setelah beberapa bulan kemudian, Penyakit Reny kambuh lagi. Reny dimasukkan ke
Rumah Sakit. Dokter sudah berusaha menyelamatkan Reny tapi sayang penyakit Reny
sudah parah dan merenggut nyawa Reny. Tepat tanggal 11 November 2012 Reny
meninggal. 11 November adalah hari UlangTahun Reihan sekaligus Anniversary Reny
dengan Reihan. Mereka berdua jadian di tanggal cantik yaitu 11-11-11 (11
November 2011).
Masih terekam
jelas di otak Reihan beberapa tahun yang lalu, Reny dan Reihan selalu berdua di
Rumah Pohon ini. Sebelum mereka berdua jadian, mereka selalu saja datang
kesini. Rumah Pohon ini bagaikan rumah kedua bagi mereka.
Rumah Pohon
tersebut sangat mengerti perasaan mereka berdua. Saat itu, Mereka berada di
Rumah Pohon. sebelum sampai disana mereka menaiki Sepeda. Reihan membonceng
Reny. Setelah sampai di Rumah Pohon, Hujan turun deras.
Mereka bingung. saat ini adalah kali pertama Reny datang ke Rumah Pohon. Reny diajak Reihan. Hujan turun deras membasahi semua yang ada di sekitarnya. Mereka berdua sangat senang mereka bermain bersama Hujan. Mereka senang dengan hujan karena kalau menangis disaat hujan, maka airmatanya tidak kelihatan seolah-olah itu adalah Hujan bukan AirMata.
Mereka bingung. saat ini adalah kali pertama Reny datang ke Rumah Pohon. Reny diajak Reihan. Hujan turun deras membasahi semua yang ada di sekitarnya. Mereka berdua sangat senang mereka bermain bersama Hujan. Mereka senang dengan hujan karena kalau menangis disaat hujan, maka airmatanya tidak kelihatan seolah-olah itu adalah Hujan bukan AirMata.
Setelah basa kuyup
Reihan mengajak Reny berteduh. “Ren, kamu kedinginan?” tanya Reihan. “eee.
enggak kok” jawab Reny. “udah. ini pake jaket ku” kata Reihan. “gak usah Rei.
Nanti kamu kedinginan. kamu aja yang pake” jawab Reny “udah kita pake sama-sama
aja yah” kata Reihan.
Reny hanya tersenyum. Hujan masih deras. beberapa lama, Reny tertidur di pundak Reihan. Karena sangat dingin Reny tertidur pulas. Ketika itu
Reny hanya tersenyum. Hujan masih deras. beberapa lama, Reny tertidur di pundak Reihan. Karena sangat dingin Reny tertidur pulas. Ketika itu
Hujan sudah reda.
Tapi Reihan tidak tega membangunkan Reny. “Ren, selama ini gue mendam perasaan
ini. Gue sayang banget sama lo Ren” kata Reihan dalam hati. Tak disangka
ternyata Reny sudah bangun “Reihan” kata Reny. “iya, Ren. Kenapa?” jawab Reihan
“sorry ya aku ketiduran” kata Reny
“oh gak apa.” jawab Reihan. “Gue seneng Ren bisa sama loh kayak gini” batin Reihan. Reny hanya terdiam melihat danau dengan pelangi disana. “Ren, kita pulang yuk! udah sore. Nanti kamu dicari” kata Reihan. “oh ya udah. Tapi janji ya Rei mau ajak aku kesini lagi” tanya Reny. “iya” jawab Reihan.
Mereka pun pulang dengaRumah Pohon itu jadi saksi awal kedekatan sampai jadian dan akhirnya berpisah antara Reny dan Reihan. Disaat itu semua pasti ada Hujan. Saat mereka pertama kali ke Rumah Pohon Hujan deras. Disaat Reihan menyatankan cintanya kepada Reny hujan deras. Dan disaat Reny meninggal. Dunia pun ikut menangis mengiringi kepergian Reny.
“sorry ya aku ketiduran” kata Reny
“oh gak apa.” jawab Reihan. “Gue seneng Ren bisa sama loh kayak gini” batin Reihan. Reny hanya terdiam melihat danau dengan pelangi disana. “Ren, kita pulang yuk! udah sore. Nanti kamu dicari” kata Reihan. “oh ya udah. Tapi janji ya Rei mau ajak aku kesini lagi” tanya Reny. “iya” jawab Reihan.
Mereka pun pulang dengaRumah Pohon itu jadi saksi awal kedekatan sampai jadian dan akhirnya berpisah antara Reny dan Reihan. Disaat itu semua pasti ada Hujan. Saat mereka pertama kali ke Rumah Pohon Hujan deras. Disaat Reihan menyatankan cintanya kepada Reny hujan deras. Dan disaat Reny meninggal. Dunia pun ikut menangis mengiringi kepergian Reny.
Reihan masih ingat
dengan surat yang diberikan Reny sebelum ia menghembuskan. nafas terakhirnya
pada tanggal 11 november 2012
isinya:
Dear
Reihan,isinya:
Reihan sebelumnya aku minta maaf. Aku gak bisa ngucapin ini secara langsung ke kamu. Tapi aku sayang kamu Reihan. “Happy Birthday and Happy Anniversary First Year sayang. I love you Reihan.
Nanti kita ketemu lagi ya disana.
disana pasti akan lebih indah dibanding Rumah Pohon. Sampai ketemu!! I miss you
love,
Reny
Reihan hanya bisa
tegar menghadapi semua ini. Setelah Reihan membaca surat itu bumi pun ikut
bersedih. Hujan turun deras. Reihan menangis bersama hujan dan di langit Reny
tersenyum memberikan perpisahan terhadap Reihan.
Hari ini tepat
tanggal 11 November 2013. Hari Ulangtahun Reihan, Hari Anniv 2 tahun Reihan Dan
Reny. dan yang paling membuat Reihan sedih adalah tepat satu tahun yang lalu
orang yang paling dia sayang pergi untuk selamanya.
“Happy Anniversary Sayang. Aku kangen sama kamu” jerit Reihan. Hujan turun deras. Reihan hanya bisa membayangkan senyum Reny. Reihan lagi-lagi menangis bersama Hujan. “Reny tunggu aku disana yaa. I LOVE YOU” jerit Reihan lagi.
“TerimaKasih Hujan. Sudah setia dan mengerti perasaan aku. Engkau selalu setia menemani aku. Semoga Air Mata ini menjadi Air mata kebahagian, suatu saat nanti”
Kata Reihan
KARYA:BALQIS
HIDAYATI“Happy Anniversary Sayang. Aku kangen sama kamu” jerit Reihan. Hujan turun deras. Reihan hanya bisa membayangkan senyum Reny. Reihan lagi-lagi menangis bersama Hujan. “Reny tunggu aku disana yaa. I LOVE YOU” jerit Reihan lagi.
“TerimaKasih Hujan. Sudah setia dan mengerti perasaan aku. Engkau selalu setia menemani aku. Semoga Air Mata ini menjadi Air mata kebahagian, suatu saat nanti”
Kata Reihan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar